Hutan Kera Sangeh, Bali

Leoni Putri | Wisata Bali
18 Jul 2011

hutan kera sangehHutan kera Sangeh merupakan hutan wisata yang dihuni oleh ratusan kera. Letaknya di desa Sangeh, kabupaten Badung Bali. Wisatawan bisa menempuh sekitar 20 menit perjalanan dari ibu kota Denpasar. Memasuki lokasi hutan wisata ini akan tampak sebuah patung Rahwana dengan kera-kera. Sebagai hutan kera, tempat ini memang sejuk dan sangat rindang. Ada aturan untuk memasuki hutan kera Sangeh ini yakni wanita yang sedang datang bulan dan orang yang sedang ditinggal mati keluarganya tidak boleh masuk.

Wisata Badung Bali ini memang termasuk sakral dan suci, bahkan kera sangeh dipercaya merupakan jelmaan dari manusia. Hal ini terlihat dari kelompok-kelompok yang dibentuk oleh kera-kera tersebut. Mereka saling membentuk kelompok dan memiliki pemimpin ditiap kelompoknya. Pemimpin kera dianggap sebagai raja dan memiliki wilayah yang lebih luas dan memiliki hak lebih dalam mengawini betina dan makan.

Kera-kera sangeh lebih tidak liar dan jahil seperti dulu. Hal ini karena kera tersebut telah diurus dengan baik oleh penduduk sekitar. Wisatawan bisa menjelajah hutan dan melihat ratusan kera sambil memberikan makanan. Jenis kera yang ada disini adalah kera berwarna abu dan berekor panjang. Hutan wisata ini memang sebagian besar adalah tempat tinggal kera. Sebagian kecil area digunakan oleh penduduk untuk tempat beristirahat dan menjual souvenir.

Di tengah hutan terdapat banyak pura suci dan yang paling terkenal bernama pura Bukit Sari. Selain itu banyak lagi pura lain seperti pura Tirta, pura Melanting dan lain sebagainya. Hutan wisata ini memang sarat juga akan sejarah. Kabarnya hutan ini dulunya adalah taman dari sebuah kerajaan kuno bernama Mengwi.

Tanaman pala mendominasi kawasan hutan kera ini. Pala yang tumbuh bahkan telah berumur ratusan tahun lalu. Tumbuhan pala yang tumbuh di sangreh ini memiliki batang yang lurus dan kayu yang kokoh dan indah. Tidak hanya tanaman pala, di hutan ini terdapat pohon Lanang Wadon. Pohon ini adalah pohon pule yang umurnya sudah ratusan tahun, bagian bawahnya menyerupai alat kelamin pria dan wanita.

Tags: , , , ,

Leave a Reply