Upacara Adat dan Hari-hari Besar di Bali

Ari Suarcani | Wisata Bali, Wisata Indonesia
18 Jan 2011

Ada beberapa hal yang sangat menarik yang akan Anda temukan saat mengunjungi Bali. Keindahan alamnya sudah tidak diragukan lagi, keunikan budayanya diakui oleh dunia dan keramahan orang-orang membuat Bali menjadi tempat tinggal bagi banyak seniman internasional. Itulah Bali, dan satu hal yang menjadi penunjang dari segala keindahan Bali adalah upacara adat Bali yang seringkali diselenggarakan.

Upacara adat ini merupakan serangkaian dari acara keagamaan dan hari raya yang merupakan persembahan kepada Tuhan dalam berbagai manisfestasinya, selain pula sebagai sebuah media untuk perbaikan kualitas diri secara jasmani ataupun rohani. Umat Hindu percaya bahwa Tuhan itu ada dan menyembah beliau dengan berbagai manisfestasinya. Untuk itu, ada berbagai upacara yang dilakukan, dan jenisnya berbeda-beda karena yang upacara tersebut diperuntukan bagi Tuhan dengan manisfestasi tertentu.

Nyepi yang biasanya jatuh pada awal bulan Maret merupakan hari raya yang bertujuan untuk memuja Tuhan dalam semua manifestasi dan juga untuk mengendalikan diri sendiri. Pada hari ini, umat Hindu melakukan brata penyepian, atau puasa pada hari raya Nyepi yang meliputi tidak menyalakan api, tidak bepergian, tidak beraktifitas dan tidak melakukan judi ataupun kegiatan tercela lain. Ini merupakan sebuah simbolis, api erat kaitannya dengan emosi jadi umat harus mengendalikan emosinya. Hari ini paling baik jika diisi dengan meditasi.

Jika di dunia ada hari Lingkungan Hidup, maka umat Hindu punya hari raya tumpek Pengatag atau Tumpek Bubuh. Secara umum, ini adalah hari ulang tahun tumbuh-tumbuhan, dimana umat Hindu juga mengahaturkan sesembahan sebagai puji syukur atas berkah berbagai macam tetumbuhan yang bisa dimanfaatkan untuk hidup. Ada juga Tumpek Kandang yang bisa dibilang ulang tahun para hewan dan tidak ketinggalan pula Tumpek Landep dimana umat hindu merayakan puji syukur atas berkah berbagai macam besi serta logam yang bisa digunakan sebagai alat-alat untuk menjalankan hidup.

Berbagai hari raya Tumpek ini merupakan perwujudan hubungan manusia dengan lingkungannya. Tumpek ini selalu jatuh pada hari Sabtu Kliwon, hanya saja Wuku atau minggu menurut kalender Balinya saja yang berbeda-beda. Pada umumnya hari raya keagamaan ini tidak bisa ditentukan dengan tanggal kalender Masehi, karena standar waktu acuannya berbeda yaitu menggunakan kalender Bali.

Tags:

Leave a Reply